30 Mei 2011

Baackk :D

Hai all.. ^^ It's been a long time since I posted the latest posting :D

Yah.. Sengganya udah 2 bulan ini Iyit ga nulis blog nih. :) ada yang kangenkaah?? xD *pedetingkattinggi*
Banyaak banget cerita dan peristiwa yang ga sempet Iyit share ke kalian. 2 bulan yang terlihat pendek, tapi buat Iyit cukup berkesan ;)

Beberapa minggu yang lalu, Iyit baru aja ikut suatu perlombaan nasional. Sebenarnya perlombaan ini cukup membuat Iyit bersemangat, mengingat Iyit akan berlomba ke luar kota untuk pertama kalinya, ikut kejuaraan nasional untuk pertama kalinya, dan banyak lainnya yang belum pernah Iyit rasain. Dan yaah... Iyit tentu mempersiapkan diri untuk itu.

Singkat cerita hari lomba pun tiba dan Iyit berangkat dari Bandung bersama dengan beberapa wakil Jawa Barat lainnya ke Jakarta. Sesampainya di Jakarta, bukan pengalaman lomba aja yang Iyit dapet tapi temen-temen baru yang pastinya dari daerah yang belum pernah Iyit datangin. ^^

Singkat cerita lagi, pengumuman juara keluar dan Iyit meraih juara 2. Yah cukup sedih sebenarnya karena untuk pertama kalinya Iyit dapet juara 2 di bidang ini dan saat kita untuk pulang pun tiba. :) cukup sedih harus pisah ma temen-temen yang selama 3 hari itu kita terus barengan dan kembali ke rutinitas sehari-hari yang membosankan.

Selain itu, salah satu guru native speaker dari sekolah Iyit juga harus ninggalin Indonesia karena suatu hal yang sebenarnya tidak diinginkan bahkan oleh dirinya sendiri.. :(

2 peristiwa sederhana yang terjadi kurang dari waktu 1 bulan dan membuat Iyit mengerti betapa berartinya sebuah pengorbanan, kerja keras, kesetiakawanan, dan menghargai.

Sekarang Iyit lagi UAS. :) doakan yah teman-teman biar sukses UASnya :)

11 Februari 2011

Doa sang juara

Suatu ketika seorang anak sedang mengikuti lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, karena saat itu adalah babak final. Pada perlombaan itu hanya tinggal tersisa empat orang, dan mereka masing-masing memamerkan mobil mainan yang dimilikinya. Semua mainan mobil balap itu adalah buatan sendiri, sebab memang begitulah peraturannya.

Ada seorang anak bernama Andi, mobilnya tidak terlalu begitu istimewa, namun ia termasuk ke dalam empat anak yang masuki final. Di banding semua lawannya, mobil Andi adalah yang paling tidak sempurna. Beberapa anak menyaksikan kekuatan mobil itu, untuk berpacu melawan mobil lainnya.

Yah, memang mobil si Andi memang tidak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana, dan sedikit lampu yang berkedip di atasnya tentu tidak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Andi bangga dengan itu semua, karena mobil itu buatan tangannya sendiri.

Tibalah saat yang dinantikan, kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak bersiap-siap di garis start untuk mendorong mobil mereka sekencang-kencangnya. Di setiap jalur lintasan, telah siap empat mobil dengan empat pembalap kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan jalur terpisah diantaranya. Namun sesaat kemudian, Andi meminta waktu sebentar sebelum lomba di mulai. Ia tampak berkomat kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan yang tertampuh memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, “Ya, aku siap!”.

[Duarr...]

Tanda telah di mulai. Dengan hentakan yang kuat, mereka mulai mendorong mobilnya masing-masing dengan kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak soraya, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing.

“Ayo, ayo, ayo! Cepat! Cepat! Maju maju maju! Ayo..!!!”, begitu teriak mereka.

Dan ternyata, Andi lah pemenangnya. Yah.., semuanya senang. Begitu juga dengan Andi.

Ia berucap, dan berkomat kamit lagi dalam hati, “Terima kasih Tuhan..”.

Saat pembagian piala tiba, Andi maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia itu bertanya, “Hey jagoan, kamu tadi pasti berdoa kepada Tuhan, agar kamu bisa menang kan?!?”.

Andi terdiam, “Bukan Pak, bukan itu yang aku panjatkan. Sepertinya tidak adil untuk meminta kepada Tuhan untuk menolong saya agar mengalahkan orang lain. Tetapi tadi, saya hanya memohon kepada Tuhan supaya saya tidak menangis jika saya kalah”.

Semua hadirin terdiam mendengar hal itu. Setelah beberapa saat, terdengar gemuruh tepuk tangan yang memenuhi ruangan.

Begitulah cerita inspiratif tentang doa sang juara. Mungkin telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan, untuk mengabulkan permintaan kita, menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Padahal, yang kita butuhkan adalah bimbinganNya, tuntunanNya, dan panduanNya. Kita sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat, kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tidak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui?! Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng, dan mudah menyerah. Karena itu semua adalah ujian Tuhan kepada setiap hambanya yang sholeh. Dan yang perlu di sadari & di ingat kembali, bahwa Tuhan menyayangi & mencintai setiap hambaNya.

;;

Template by:
Free Blog Templates
This template is brought to you by : allblogtools.com | Blogger Templates